KARIMA MANOKWARI – Suasana kekeluargaan dan kehangatan menyelimuti agenda Pertemuan Rutin Bulan September 2026 Paguyuban Warga Karesidenan Madiun (Karima) Manokwari. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu Pon (13/09/2026) / 1 Rabiul Akhir 1448 H, berlokasi di kediaman Ibu H. Ismail, Jalan Kotaraja, mulai pukul 09.30 hingga 11.30 WIT.
Acara yang dipandu oleh Mas Endra selaku Pembawa Acara (MC) ini diawali dengan pembukaan dan penyampaian santapan rohani berupa tausiah oleh Ustadz Ali. Dalam pencerahannya, Ustadz Ali mengajak seluruh warga Karima untuk senantiasa meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT serta konsisten menjalankan Rukun Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Memasuki agenda utama, Ketua Paguyuban Karima, Bapak Ir. Bambang Tj. Hariadi, M.P., memberikan arahan kepada seluruh anggota. Suasana ruang pertemuan mendadak penuh semangat ketika beliau memimpin gelora Yel-Yel Karima yang disambut antusias dan kompak oleh seluruh warga yang hadir.
Dalam arahannya, Bapak Ketua menyampaikan informasi terkait kondisi warga Karima, salah satunya warga yang akan menjalani tindakan operasi. Beliau kemudian memimpin pembacaan surah Al-Fatihah dan doa bersama demi kelancaran operasi serta kesembuhan bagi warga Karima yang sedang sakit. Beliau juga menekankan pentingnya bagi seluruh warga untuk senantiasa melazimkan istigfar di setiap kesempatan.
Pada sesi serba-serbi, kabar gembira datang dari keluarga Bapak Hariyono. Di hadapan seluruh hadirin, beliau menyampaikan pengumuman bahwa keluarga akan menikahkan putra keduanya dengan putri dari keluarga (keponakan) Bapak Edi Siswanto pada 11 Oktober 2026 mendatang. Kabar bahagia ini disambut hangat dengan doa dan restu dari seluruh warga paguyuban. Rangkaian dilanjutkan dengan penyampaian hasil arisan bulanan yang dibacakan oleh Ibu Erna.
Rangkaian acara formal ditutup dengan doa bersama yang dipimpin kembali oleh Ustadz Ali, memohon keberkahan, keselamatan, dan kedamaian bagi seluruh keluarga besar Karima.
Usai doa penutup, kegiatan dilanjutkan dengan tradisi kembul bujana (makan bersama) yang menambah keakraban antar-warga. Sebelum meninggalkan lokasi dan kembali ke kediaman masing-masing, seluruh warga Karima menjalankan tradisi wajib yaitu saling berjabat tangan dan bersilaturahmi. (en).
Diskusi (0)
Tinggalkan Komentar