Logo Paguyuban Warga Karesidenan Madiun Meliputi :
a. Kelopak Bunga
Berjumlah Enam Berwarna Kuning berarti Enam daerah wilayah Karesidenan
Madiun yaitu Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi,
Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ponorogo yang berdomisili di Kabupaten Manokwari
dengan rasa gembira dan harapan baik untuk membentuk sebuah keluarga/paguyuban
b. Penampang
Reyog dengan lima jalur di atas empat trap, Melambangkan kesenian asli dan
sejarah besar reyog yang ditimbulkan oleh kerajaan – kerajaan lama Ponorogo
(KLONO SEWANDONO) yang mengandung kepahlawan (heroik). Jalur lima dan trap
empat, mengesankan angka 45 dari tahun 1945 yang bersejarah, yakni tahun
kejayaan dan lahirnya proklamasi Kemerdekaan RI
c. Gambar
Laut Berombak Empat digambar melengkung (berbatas gambar rantai) yang
menunjukkan letak geografi Kabupaten Pacitan ditepi teluk yang melengkung dan
menjorok kedaratan dan Rantai (Membatasi Laut) yang bermakna persatuan dan
kesatuan masyarakat Kabupaten Pacitan khususnya dan Indonesia pada umumnya yang
harus digalang.
d. Sebuah
tulang batok kepala dan tulang paha berwarna kuning terletak ditengah-tengan
lambang : Melambangkan bahwa nama Kabupaten Ngawi dikenal dan dicatat dalam
dunia keilmuan arkeologi dengan diketemukannya sebuah tulang batok kepala dan
tulang paha dari mahkul purba Pithecanthropus Erectus pada tahun 1891 oleh
Dr.Eugene Dubois di desa Trinil Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi.
e. Telaga
Pasir : Merupakan kebanggan daerah Kabupaten Magetan, sumber kemakmuran dan
obyek pariwisata
f. Sayap
: Lambang Kekuatan semangat mencapai cita-cita di Kabupaten Madiun
g. Keris
Pusaka Tundung Madiun warna hitam, bermakna kejayaan di Kota Madiun
h. Lima
Bintang dan Satu Tugu Putih simbol Karesidenan Madiun terdiri dari Lima
Kabupaten dan Satu Kota
i. Lingkaran
Berwarna Hitam bertepi Warna Merah (Berani) disimbolkan bahwa setiap Anggota Paguyuban yang berasal dari daerah Karesidenan Madiun di Kabupaten Manokwari
berani meletakan ego keduniawian dan menyatukan rasa bahwa hakekatnya manusia
itu sama di hadapan Tuhan Yang Maha Esa
j. KARIMA
singkatan Paguyuban Warga Karesidenan Madiun
Published By EN